[Update] Info Yakin Gagal, PDIP Sebut Ada Lembaga Survei Giring Opini Publik Pilpres 2024 Satu Putaran Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti hasil-hasil survei yang menurut mereka kini menjadi media untuk menggiring opini publik.

Politikus PDIP, Aria Bima menyebut ada desain hasil survei yang menggiring untuk terjadinya satu putaran pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dengan memenangkan salah satu pasangan calon.

“Ini kan ada opini publik, dibangun lewat survei, kemudian diglorifikasi satu putaran,” ujar Aria Bima di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (1/1/2024).

Survei kata dia harusnya memotret realitas, tapi ini malah menggiring realitas opini yang ada. “Jadi ada desain lembaga survei seolah-olah jadi satu putaran,” tegasnya seperti dikutip dari Republika.co.id.

Ditegaskan anggota DPR RI itu, dirinya bukan tak percaya data dan keilmuan dalam merekam opini publik terkait elektabilitas pasangan calon. Akan tetapi, ada upaya-upaya yang membuat hasil survei seakan hanya memenangkan kubu tertentu saja.

“Bukan tidak percaya proses untuk menentukan sampelnya, tapi prakondisi menurunkan kuesioner di tempat pengambilan sampel, ini memerlukan izin waktu 10 hari, ini selesai hasilnya mau berapapun bisa dipersiapkan,” jelas Aria Bima.

Meski demikian, Huntnews.id percaya upaya ini akan gagal. Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD percaya bahwa Pilpres 2024 akan berlangsung dalam dua putaran. Kendati sebelumnya mereka juga menyatakan optimistisnya dapat meraih 54 persen suara dalam kontestasi nasional tersebut.

“Jadi jangan sampai ada upaya menggiring opini lewat survei satu putaran, seolah-olah itu demokratis. Sementara aspek di dalam implementasi satu putaran itu adalah kerja aparat, ini yang bahaya,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR itu.

Indikator Politik Indonesia merekam elektabilitas tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) usai debat yang digelar pada Jumat (22/12/2023). Teratas adalah pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang elektabilitasnya sudah mencapai 46,7 persen.

Selanjutnya ada pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan elektabilitas sebesar 24,5 persen. Terakhir adalah pasangan yang diusung Koalisi Perubahan, yakni Anies Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar dengan 21,0 persen.

“Kami belum menemukan data Prabowo-Gibran menyentuh angka 50 persen, belum sampai,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi lewat rilis daringnya, Selasa (26/12/2023).

Jika mengacu pada data tersebut, pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dalam satu putaran tidak akan terwujud. Besar kemungkinan pasangan nomor urut 1 atau 3 yang akan menjadi kompetitor Prabowo-Gibran pada putaran kedua.

Dalam surveinya, mereka memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,9 persen. Hal tersebut membuat angka elektabilitas Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud masih dapat bersaing.

“Saya ingatkan sekali lagi 2,9 persen margin of error kami, jadi saya tidak tahu siapa yang unggul di antara Ganjar atau Anies. Jadi kalau misalnya tidak terjadi satu putaran, misteri Tuhan selain jodoh dan kematian, adalah siapa pendamping Prabowo-Gibran di putaran kedua,” ujar Burhanuddin. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *