[Update] Info Timnas AMIN Batal Laporkan Kasus Videotron ke Bawaslu, Ternyata Permintaan Relawan Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Kasus penurunan videotron Anies di Bekasi dan Jakarta batal dilaporkan Tim Nasional (Timnas) Pemenangam Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Menurut Timnas AMIN, pihak relawan yang menginisiasi penayangan videotron tersebut tidak berkenan melanjutkan kasus itu ke ranah hukum.

Ketua Tim Hukum Nasional AMIN Ari Yusuf Amir mengatakan, mereka telah berkomunikasi dengan pihak inisiator videotron atau para relawan di Bekasi dan Jakarta, yakni @aniesbubble dan @olpproject. Berdasarkan hasil komunikasi itu, pihak inisiator tidak ingin melaporkan kasus itu.

“Mereka (@aniesbubble dan @olpproject) tidak ingin kita dampingi untuk melaporkan,” kata Ketua Tim Hukum Nasional AMIN Ari Yusuf Amir saat konferensi pers di Rumah Perubahan Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2024) dikutip dari Republika.co.id.

Penayangan videotron Anies tidak lain merupakan inisiasi dari relawan. Dan relawan itu disebut tidak berafiliasi dengan Timnas AMIN, melainkan hanya pendukung saja.

Makanya, persoalan itu memang sepenuhnya diserahkan kepada kehendak tim relawan. Meski begitu, Ari mengatakan bahwa pihaknya tetap berpandangan bahwa kasus tersebut merupakan bentuk pelanggaran pemilu.

“Di catatan kami ini bentuk pelanggaran, karena kepentingan kami melihat bagaimana perjalanan demokrasi di negara kita,” ujarnya.

Capres nomor urut 01 Anies Baswedan mendapatkan dukungan secara sukarela dari @aniesbubble dan @olpproject berupa tayangan videotron dirinya bergaya ala k-popers di depan Grand Metropolitan Bekasi dan Graha Mandiri Jakarta.

Akan tetapi, baru tayang beberapa jam, tayangan videotron tersebut dikabarkan tidak berlanjut, padahal dijadwalkan penanyangan selama sepekan ke depan.

Videotron yang menampilkan Anies tersebut hanya tayang dalam hitungan jam pada Senin (15/1/2024), padahal sudah dijadwalkan selama sepekan ke depan. @olpproject dan @aniesbubble pada Senin malam menyampaikan bahwa penayangannya itu disetop. Namun tidak dijelaskan alasan pastinya.

“Kami harus mengabarkan bahwa LED Ads yang telah dijadwalkan tayang selama seminggu (15-21 Januari 2024) di Bekasi dan Jakarta tidak dapat lanjut tayang di lokasi tersebut karena suatu hal yang di luar kuasa kami,” tulis @olpproject.

Persitiwa ini menjadi trending topic di X. Banyak netizen menyayangkan masalah tersebut dan mengaitkan dengan adanya upaya penjegalan. Tim Hukum Nasional AMIN pun mengonfirmasi bahwa memang ada indikasi penjegalan atas diturunkannya videotron tersebut. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *