[Update] Info Suara Pileg Baru Dikonversi Jadi Kursi Usai Sengketa di MK Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA – Suara Pileg baru akan dikonversi jadi kursi di parlemen, usai sengketa di Mahkamah Konstitusi.

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) fokus menghadapi gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024.

Demikian diungkap Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Kamis, 21 Maret 2024. Sebelum mengonversi jadi kursi di parlemen, perolehan suara harus dinyatakan sah terlebih dahulu oleh MK.

“Jadi harus menunggu konfirmasi positif bahwa hasil pemilu itu mendapatkan pengakuan, hasil pemilu dalam arti suara ya,” ujar Hasyim.

Menurutnya, itu yang menjadi dasar untuk melakukan konversi pada tahap berikutnya menjadi perolehan kursi dan calon terpilih.

Berdasarkan aturan pasal 474 UU Nomor 7 Tahun 2017, batas waktu pengajuan sengketa ialah 3×24 jam sejak KPU menetapkan hasil suara pemilu 2024. KPU menetapkan hasil pemilu pada Rabu 20 Maret 2024 pukul 22.19 WIB.

Hasyim menegaskan, bagi daerah yang tidak bersengketa, dapat segera melanjutkan ke tahapan berikutnya. KPU daerah lanjut dia, dapat melakukan konversi suara menjadi kursi jika tidak ada proses sengketa.

“Nanti bagi daerah-daerah, apakah itu provinsi, kabupaten/kota yang tidak ada perkara yang diregister sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi, bisa kemudian segera melanjutkan tahapan berikutnya,” ujarnya.

“Yaitu penetapan perolehan kursi untuk Pemilu DPRD, provinsi dan kabupaten/kota dan juga penetapan calon terpilih untuk Pemilu DPRD dan DPRD kabupaten/kota,” imbuhnya.

Malam tadi, KPU RI telah menyelesaikan rekapitulasi hasil perolehan suara Pileg 2024, berikut hasilnya:

  1. PKB: 16.115.655 suara (10,61%)
  2. Partai Gerindra: 20.071.708 suara (13,22%)
  3. PDIP: 25.387.279 suara (16,72%)
  4. Partai Golkar: 23.208.654 suara (15,28%)
  5. Partai NasDem: 14.660.516 suara (9,65%)
  6. Partai Buruh: 972.910 suara (0,64%)
  7. Partai Gelora: 1.281.991 suara (0,84%)
  8. PKS: 12.781.353 suara (8,42%)
  9. PKN: 326.800 suara (0,21%)
  10. Partai Hanura: 1.094.588 suara (0,72%)
  11. Partai Garuda: 406.883 suara (0,26%)
  12. PAN: 10.984.003 suara (7,23%)
  13. PBB: 484.486 suara (0,31%)
  14. Partai Demokrat: 11.283.160 suara (7,43%)
  15. PSI: 4.260.169 suara (2,80%)
  16. Partai Perindo: 1.955.154 suara (1,28%)
  17. PPP: 5.878.777 suara (3,87%)
  18. Partai Ummat: 642.545 suara (0,42%). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *