[Update] Info Suara hanya 2,9 Persen, PSI Diprediksi tak Lolos Senayan, Gibran: Tanya PSI, Saya bukan Orang PSI Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Tidak ada kejutan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2024 sebagaimana digembor-gemborkan pendukungnya jelang hari H pencoblosan.

Hasil hitung cepat atau quick count hampir semua lembaga survei menunjukkan raihan suara partai pimpinan putra Presiden Jokowi itu hanya sekitar 2,9 persen.

Sementara ambang batas parlemen atau parliamentary threshold adalah empat persen. Itu artinya, tidak ada wakil PSI di Senayan.

Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka sekaligus kakak sulung Ketum PSI Kaesang Pangarep enggan berkomentar terkait kemungkinan partai bercap Presiden Jokowi tersebut tak lolos parlemen.

“Tanya PSI, saya bukan orang PSI,” kata Gibran, Sabtu (17/2/2024) dikutip dari Republika.co.id.

Ditanya komentarnya bagaimana sebagai kakak sulung Kaesang, Gibran mengatakan dirinya tak bisa berkomentar terkait hal tersebut. “Saya tidak bisa ngasih statement,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie saat konferensi pers di Kantor PSI, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024) menyatakan masih yakin mereka bisa lolos Senayan.

“Kami masih optimistis PSI akan lolos ke Senayan (karena bisa) memenuhi kebutuhan suara masuk 4 persen. Sebab, survei internal yang kami lakukan jelang pemilu menunjukkan suara PSI sudah 4 persen lebih,” katanya.

Menurut Grace, proses penghitungan suara resmi yang dilakukan KPU masih berlangsung. Selain itu, pihaknya menemukan kejanggalan, yakni tingginya jumlah surat suara tidak sah pada Pemilu 2024.

PSI mengeklaim menemukan 10 persen surat suara tidak sah di setiap tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Jumlah surat suara tidak sah itu, kata Grace, melonjak dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya yang hanya 3–4 persen.

“Ada yang mungkin bingung atau melakukan kesalahan lain yang menyebabkan surat suara tidak sah. Tapi, jika sampai 10 persen, ini agaknya layak diinvestigasi lebih lanjut penyebabnya,” kata Grace.

Anggota Dewan Penasihat sekaligus juru bicara PSI, Irma Hutabarat mengatakan, 10 persen surat suara tidak sah itu memang bukan semuanya adalah surat suara pemilih PSI. Kemungkinan ada surat suara pemilih partai lainnya juga.

“Bukan hanya suara PSI saja yang mungkin tidak sah atau rusak atau mengalami pengurangan, berarti kan ada yang terbuang…. Jadi, ini masalah serius yang harus ditanggapi oleh semua partai,” ujarnya dalam kesempatan sama. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *