[Update] Info Relawan Ganjar-Mahfud Babak Belur, Mantan Panglima TNI Sayangkan Pernyataan Dandim Boyolali Update 2023

Huntnews.id — Mantan Panglima TNI yang juga Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud Ganjar Mahfud, Jenderal (purn) Andika Perkasa kesal pada Dandim Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo.

Andika menganggap Wiweko menyampaikan informasi yang tidak akurat kepada publik. Menurutnya, kronologi kejadian harusnya dijelaskan komandan kompi.

“Ini ternyata mengonfirmasi apa yang terlihat di video. Jadi bukan seperti statement yang dinyatakan Komandan Kodim Boyolali,” ujar Andika saat jumpa pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 1 Januari 2024.

Andika menerangkan, berdasarkan pernyataan salah satu korban yaitu Slamet Andono dan Arif Diva Ramandhani yang didengar oleh Ganjar Pranowo saat membesuk di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu 31 Desember 2023.

Tindakan pengeroyokan tersebut berlangsung spontan tanpa adanya kesalahpahaman.

“Padahal kan dari video yang beredar, dan video itu beredar lebih dulu dibandingkan dengan statement Komandan Kodim. Di situ jelas kalau dari videonya tidak ada proses kesalahpahaman,” imbuhnya.

Menurut Andika, Dandim tersebut tidak memverifikasi informasi ketika memberikan keterangan kepada publik. Seharusnya, kapasitas Dandim menghukum oknum TNI dan kronologi kejadian harus djelaskan oleh komandan kompi.

“Sehingga keterangan apapun yang diambil atau didengar dari terduga tersangka ini juga enggak boleh diambil mentah-mentah. Sehingga tidak nyambung antara apa yang disampaikan sebagai kronologi,” tandas Andika.

Sebelumnya, kejadian tersebut viral di media sosial yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH di Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu siang. Tujuh orang relawan Ganjar-Mahfud menjadi korban pengeroyokan 15 orang oknum TNI.

Wiweko menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 11.19 WIB menit di depan asrama Kompi Senapan B Yonif Raider 408/Suhbrastha Boyolali.

Saat itu beberapa anggota TNI sedang berolahraga voli. Kemudian, prajurit mendengar suara bising beberapa kendaraan berknalpot brong yang membuat tidak nyaman. Beberapa sepeda motor dengan knalpot brong itu melintas terus menerus dan berulang kali.

Kemudian, beberapa oknum anggota secara spontan keluar dari asrama menuju ke jalan di depan asrama guna mencari sumber suara knalpot brong pengendara motor tersebut untuk mengingatkan pengendara.

“Mereka menghentikan serta membubarkan (konvoi motor knalpot brong) namun terjadi penganiayaan terhadap pengendara sepeda motor knalpot brong tersebut,” kata Dandim.

Setelah penganiayaan terjadi, beberapa korban dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk mendapat pertolongan.

Menurut Wiweko, total ada tujuh korban dalam kejadian tersebut. Lima orang sudah diperbolehkan pulang sedangkan dua orang masih menjalani rawat inap.

“Semoga kondisinya cepat pulih, sembuh sediakala,” harap Wiweko.

Huntnews.id menjelaskan saat ini permasalahan tersebut sudah ditangani pihak berwenang yaitu Polisi Militer Denpom 4 Surakarta.

Wiweko mengatakan ada 15 prajurit yang diperiksa, dimintai keterangan, dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Terkait penetapan tersangka, Huntnews.id mengatakan masih menunggu proses di Denpom 4 Surakarta. (*)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *