[Update] Info Prabowo Menang, Gerindra Turun Peringkat karena Berbagi dengan Golkar, PAN, dan Demokrat, Bagaimana PSI? Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Partai Gerindra tak maksimal mendapatkan coattail effect atau limpahan elektoral atas tingginya raihan suara Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Gerindra diketahui hanya menjadi peraih suara terbanyak ketiga dalam Pileg DPR RI 2024. Sementara pada Pemilu 2019 lalu, mereka berada di peringkat kedua.

Coattail effect atau efek ekor jas secara umum berarti fenomena ketika tingginya popularitas atau raihan suara capres pada pemilihan presiden (pilpres) membuat raihan suara partai pendukungnya dalam pemilihan legislatif (pileg) ikut terdongkrak naik.

Prabowo diketahui menang dengan raihan suara hampir 60 persen dalam Pilpres 2024, berdasarkan hasil hitung cepat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, Gerindra tak maksimal mendapatkan coattail effect karena Prabowo berbesar hati membagi efek kemenangannya kepada seluruh partai pengusungnya.

Menurutnya, meski Prabowo adalah ketua umum Partai Gerindra, dia berupaya agar efek ekor jas juga didapatkan Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat.

“Kenapa Partai Gerindra nggak dapat coattail effect yang maksimal? Karena berbagi dengan partai-partai pengusung yang lain. Ada Golkar, PAN, Demokrat, ya kita berbagi,” kata Habiburokhman kepada wartawan di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2024).

Efek ekor jas itu bisa terdistribusi merata kata dia karena Prabowo sepanjang masa kampanye kerap menghadiri acara kampanye PAN, Golkar, dan Demokrat. Prabowo jarang menghadiri acara kampanye yang digelar Gerindra.

“Jarang sekali (Prabowo) menghadiri kampanyenya Gerindra. Coba Anda cek. Yang di Bandung, itu kampanye PAN. Yang di Surabaya kalau nggak salah kampanye Demokrat. Yang di Medan kampanye Golkar,” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu dikutip dari Republika.co.id.

Namun, efek ekor jas ini sebenarnya juga tidak merata. PSI, Partai Gelora,  dan PBB misalnya kesulitan menembus angka 4 persen dan kemungkinan besar gagal meloloskan wakilnya ke Senayan.

Khusus PSI, menurut quick count, mereka hanya mendapat suara 2,9 persen. Itu jauh dari ekspektasi setelah partai ini dipimpin putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan jojor-joran berkampanye. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *