[Update] Info Pilpres Satu Putaran Sulit Terwujud di Pemilu 2024 Update 2023

Huntnews.id Pakar Hukum Tata Negara (HTN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto menyebut propaganda pemilihan presiden (pilpres) satu putaran bakal sulit terwujud di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sebagaimana kita ketahui, propaganda tersebut sering digaungkan oleh kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Agus Riewanto memandang, Tim Kampanye Nasional (TKN) 02 hanya ingin menjaga loyalitas konstituennya. 

“Menang 50 persen dari survei belum tentu akan memenangkan pertarungan. Lembaga survei itu menggiring opini untuk calon yang mereka anggap sudah settle,” ucapnya, Rabu, 14 Februari 2024. 

“Itu karena psikologi pemilih lebih yakin kepada calon yang mereka anggap menang. Padahal, kenyataannya tidak begitu karena memang tak akan mudah,” sambungnya kepada awak media di Jakarta.

Syarat pilpres satu putaran tertuang dalam Pasal 416 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum atau lebih terkenal dengan UU Pemilu. Pasangan kandidat dapat langsung memenangkan pilpres apabila meraih suara lebih dari 50% plus 1.

Selain itu, pasangan tersebut juga harus menang di setengah dari jumlah total provinsi di Indonesia (19 dari 38). Juga wajib mengantongi minimal 20% suara di provinsi yang berhasil mereka kuasai.

“Suara mayoritas itu, dalam tradisi electoral study, kita sebut dengan suara yang mendapatkan dukungan minimal 50 persen plus 1. Dalam pilpres Indonesia, masih ada kreasi lagi. Jadi tak hanya itu saja, tapi ada tambahan yaitu menang di setengah jumlah provinsi,” jelas Agus Riwanto.

Syarat Pilpres Satu Putaran

Menurut panelis debat capres-cawapres perdana ini, belum ada pasangan yang bisa menguasai lumbung suara hingga 19 provinsi. Sebagaimana terekam di sejumlah lembaga survei, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (Ganjar-Mahfud) tetap menguasai provinsi-provinsi tertentu.

“Jadi, kalau dari konstruksi itu sebenarnya agak sulit untuk memenuhi menang satu putaran. Tapi, kalau survei-survei yang selama ini kubu 02 gaungkan, menurut saya, itu hanya strategi politik untuk menggiring keyakinan pemilih kepada calon yang kemungkinan bakal menang,” ucap Agus Riewanto.

Meskipun isu negatif kerap menerpa, sejumlah survei menunjukkan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran tetap dominan. Dalam sigi LSI Denny JA yang rilis di Jakarta misalnya, tingkat keterpilihan mereka mencapai 51,9%. 

Pasangan AMIN berada di posisi kedua dengan raupan elektabilitas sebesar 23,3%. Ganjar-Mahfud berada di paling bontot dengan tingkat keterpilihan sebesar 20,3% pada Sabtu, 10 Februari 2024 lalu.

Survei Indikator Politik Indonesia yang rilis sehari sebelumnya pun menunjukkan komposisi elektabilitas serupa. Pada sigi Indikator, Prabowo-Gibran unggul dengan elektabilitas sebesar 51,8%.

Pasangan AMIN terpaut cukup jauh dengan raihan elektabilitas 24,1%. Lalu Ganjar-Mahfud di urutan ketiga dengan tingkat keterpilihan sebesar 19,6%.

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *