[Update] Info Peningkatan Suara Golkar dan Nasdem Paling Tinggi di Pileg 2024 – Herald Indonesia Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) menjadi parpol dengan peningkatan suara paling besar berdasar hasil hitung cepat Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024.

Itu menurut Lembaga survei Indikator Politik Indonesia. Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan dalam hitung cepat, Partai Golkar berhasil mendapatkan suara sebanyak 13,4 persen.

Angka itu meningkat 1,3 persen poin dari survei sebelumnya sebesar 12,1 persen. Sementara Partai NasDem mendapatkan suara sebesar 9,4 persen atau naik 3,3 persen poin dari 6,1 persen.

“Ini artinya para undecided voters (pemilih yang belum menentukan pilihan) saat survei banyak mencoblos kedua partai tersebut saat Pileg 2024,” kata Burhanuddin dalam acara Rilis Exit Poll Pilpres 2024 : Basis Demografi dan Perilaku Pemilih yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Suara kedua partai tersebut kata Burhanuddin memang cenderung konsisten meningkat berdasarkan berbagai survei yang telah digelar Indikator Politik sejak awal tahun.

Berdasarkan hitung cepat Indikator Politik, Partai Golkar menduduki posisi kedua dengan suara terbanyak, sedangkan Partai NasDem berada di posisi kelima.

PDI Perjuangan (PDI-P) berada di posisi pertama, Partai Gerindra berada di posisi ketiga, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada di posisi keempat.

Kendati berada di posisi pertama suara terbanyak dalam hitung cepat Pileg 2024, dirinya menuturkan tren suara PDI Perjuangan justru menurun hingga hari pemilihan pada 14 Februari 2024.

Pada hitung cepat Indikator Politik, PDI Perjuangan berhasil meraup 16,7 persen suara, turun 0,5 persen poin dari survei yang dilakukan lembaga tersebut pada 28 Januari 2024 sampai 4 Februari 2024, yakni sebanyak 17,2 persen suara.

Bahkan pada survei-survei sebelumnya, PDI-P berhasil meraup 19,6 persen suara (10-16 Januari 2024) dan 20,7 persen suara (30 Desember 2023 sampai 6 Januari 2024).

Sedangkan untuk Partai Gerindra yang berada di posisi ketiga, Burhanuddin mengungkapkan suara untuk partai tersebut cenderung stagnan dan menurun pada hari pemilihan menjadi 13,4 persen pada hitung cepat atau anjlok 3,1 persen poin dari 16,5 persen pada survei sebelumnya.

“Tetapi penurunan ini masih cenderung landai,” tuturnya dikutip dari Republika.co.id. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *