[Update] Info Muncul Poros AIA-Adnan, Mampukah Imbangi Paket Petahana ASS-Fatmawati di Pilgub Sulsel? Update 2023

Huntnews.idUsai pasangan Partai Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi diumumkan. Kini muncul poros baru dari Partai Gerindra.

Nasdem resmi mengusung petahana gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (ASS) berpasangan dengan Fatmawati Rusdi, caleg yang lolos DPR RI yang juga istri dari Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse. Sementara Gerindra mendorong Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) berpasangan dengan mantan Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan.

Kemunculan pasangan AIA-Adnan diprediksi akan menjadi mengimbangi sejumlah paket Nasdem dan kandidat lain yang berpotensi ikut bertarung nantinya. Seperti Wali Kota Makassar Danny Pomanto-Bupati Luwu Utara Indah Putri Indirani, politisi senior dan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Gerindra sendiri keukeuh mendorong kader internalnya sendiri yang tak lain AIA yang juga ketua DPD Gerindra Sulsel, apalagi kerja-kerja keras anggota DPR RI itu selama pilpres terbilang berhasil dengan mengantarkan Prabowo-Gibran peroleh suara terbanyak di Sulsel dan berhasil mengantarkan menjadi Presiden RI.

AIA tidak boleh dipandang sebelah mata, partai Gerindra punya 13 kursi di DPRD Sulsel dan menjadi wajar bila menjadi incaran sekaligus ancaman kandidat lain. Kehadiran Adnan juga tak bisa dipandang sebelah mata. Elektabilitasnya yang selalu teratas dalam sejumlah survei baru-baru ini, mampu mengakumulasi suara AIA di Pilgub 2024 mendatang.

Sementara itu pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Sukri Tamma menilai, keputusan mengumumkan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) – Fatmawati Rusdi lebih awal pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel oleh partai Nasdem akan menjadi kelemahan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas ini mengatakan lawan ASS-Fatmawati dalam Pilgub Sulsel bisa mengambil leluasa menciptakan langkah dan strategi mengejutkan. Terlebih peta politik petahana gubernur Sulsel dan mantan wakil wali kota Makassar ini sudah terbaca.

“Yang menjadi kelemahan adalah lebih cepat diumumkan artinya bahwa calon lawan lebih cepat dan bisa membaca langkah apa yang mereka ambil untuk melawan ASS-Fatmawati,” ujarnya

Paket yang belum deklarasikan diri, bisa mematangkan konsep strategi meraka dalam Pilgub Sulsel pada 27 November 2024 yang tinggal beberapa bulan lagi.

“Tentu mereka (lawan) lebih matang dan berhati-hati dan siap maju dalam kontestasi Pilkada 2024 nanti, dibandingkan sebelum muncul paket itu,” ujarnya.

Meski begitu, Sukri Tamma tetap mengakui keputusan yang diambil oleh Nadem tetap memiliki kelebihan, karena langkah yang diambil memperkenalkan pasangannya lebih awal adalah kemajuan dalam politik Indonesia.

“Ini bisa dibilang kemajuan dalam politik di Indonesia, khususnya kota Makassar karena keputusan diumumkan lebih awal yang dilakukan Nasdem,” ujarnya

“Sementara kandidat yang lain masih mencari partai dan kecocokan itu mungkin kelebihannya,” tandasnya.

Penulis: Ardi Jaho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *