[Update] Info Lonjakan Suara PSI Dinilai Tidak Wajar, Pengamat Soroti Sirekap Update 2023

Huntnews.id — Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengkritik lonjakan perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024, menyebutnya tidak wajar.

Menurutnya, peningkatan yang signifikan ini memunculkan kekhawatiran akan potensi kekisruhan di masyarakat.

Ray menekankan pentingnya penghentian total Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang dikembangkan oleh KPU RI, sambil menyarankan penggunaan hasil perhitungan suara secara manual melalui C Hasil untuk memastikan transparansi dan menghindari kebingungan bagi calon anggota legislatif (caleg).

“Saya belum bisa pastikan kenaikan suara PSI sebagai penggelembungan, tapi ada lonjakan suara dalam situasi tidak wajar, apakah memang kenaikan ini berdasarkan hal yang wajar atau tidak wajar, ini masih perlu dicermati,” kata Ray dalam keterangan tertulis, diterima Selasa (5/3/2024).

Perolehan suara PSI yang tiba-tiba meningkat mencuatkan dugaan manipulasi suara. Meskipun pada awalnya situs real count KPU mencatat suara PSI masih di bawah 3 persen, namun dalam beberapa hari, angka tersebut melonjak tajam mendekati ambang batas parlemen 4 persen.

Fenomena ini menjadi sorotan karena sebelumnya hasil quick count dari beberapa lembaga survei tidak memprediksi PSI akan lolos ambang batas parlemen.

Anggota KPU RI, Idham Holik, membantah adanya penggelembungan suara PSI. Dia menjelaskan bahwa ketidakakuratan terjadi dalam teknologi OCR yang digunakan untuk membaca foto formulir Model C1-Plano, bukan pada Sirekap.

Idham menegaskan bahwa hasil resmi perolehan suara peserta pemilu sudah melalui proses rekapitulasi yang berjenjang, dimulai dari tingkat PPK hingga KPU RI, sehingga memastikan keabsahan dan keakuratan data.

Sementara itu, Ray menyarankan agar hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK dilakukan secara manual dengan membuka kotak suara dan membaca formulir C.

Hasil plano secara langsung. Hal ini diyakininya dapat meminimalkan risiko gangguan dan memastikan integritas proses pemilu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *