[Update] Info Kritik Terbuka Fahri Hamzah, Konflik Pribadi di Balik Panggung Politik Update 2023

Huntnews.id — Fahri Hamzah, selaku Wakil Ketua Umum Partai Gelora dan Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, menyinggung seseorang yang dulunya dekat dengannya secara pribadi.

Namun kini malah melancarkan serangan pribadi terkait debat ketiga Pilpres 2024. Siapakah yang menjadi sorotan sindiran dari Fahri Hamzah?

Fahri memulai ceritanya dengan mengungkapkan, sosok tersebut awalnya iri dengan harta legal dan halal yang dimiliki orang lain.

“Daripada iri dengan harta orang yang legal dan halal, mending kita taruhan ‘siapa calon yang jadi tersangka setelah kalah sekali putaran?’,” ucap Fahri Hamzah melalui akun X miliknya, Selasa (9/1/2024).

Fahri kemudian mengajak orang tersebut untuk bersyukur atas kekayaan yang pernah dia rasakan dari sumber yang halal. Dia menegaskan bahwa kekayaan bukanlah suatu aib, terutama jika digunakan secara legal dan halal.

“Kalau pernah mencicipi kekayaan orang yang halal bersyukurlah. Jangan cela pribadinya. Kekayaan itu bukan aib. Apalagi pernah Anda pakai. Legal dan halal lagi. Nggak etis banget sih. Terus terang ane keberatan cara ente. Gak sopan. Yang punya badan mungkin diam. Tapi yang tahu kan marah,” ungkapnya.

Fahri selanjutnya memberikan gambaran tentang Prabowo Subianto, yang menurutnya, kekayaannya berasal dari akumulasi generasi, bukan hasil korupsi.

“Saya mengenal Pak Prabowo secara pribadi sejak pertengahan tahun 90-an, berteman dalam politik sampai sekarang. Bertarung bersama dengan setia. Secara pribadi saya belum pernah berhutang kepadanya. Tapi saya tahu bahwa kekayaan keluarganya adalah akumulasi generasi. Bukan hasil korupsi,” tegas Fahri.

Dalam rangkaian kicauannya, Fahri juga menyoroti serangan pribadi terhadap Prabowo yang telah berkorban untuk orang tersebut, terutama terkait pembangunan rumah dinas prajurit TNI.

“Orang-orang yang tahu kita dan orang-orang yang tahu bagaimana besarnya jasa orang lain pada kita. Bagaimana Anda bisa menyerang secara pribadi seseorang yang secara pribadi berkorban buat Anda. Anda mengatakan tidak ada yang pribadi, tetapi itu pribadi sekali. Tidak ada yang publik di situ,” paparnya.

Fahri mengakhiri penjelasannya dengan menegaskan bahwa cuitan tersebut merupakan sindiran terbuka kepada seseorang yang pernah dekat secara pribadi dan telah menerima manfaat, namun kini memilih menyerang secara terbuka.

“Saya menyindir orang yang dekat secara pribadi dan pernah menerima manfaat dari seseorang yang lalu secara terbuka menyerang pribadi orang itu,” tutur Fahri saat dihubungi.

Dalam persahabatan, Fahri menegaskan bahwa menyerang pribadi secara terbuka seharusnya tidak menjadi etika, terutama di kalangan elite negara. (*)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *