[Update] Info Kritik Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo, TB Hasanuddin: Hanya untuk Militer Aktif Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Pemberian pangkat kehormatan Jenderal Bintang Empat untuk Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dikritik anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin.

Mantan Ajudan BJ Habibie itu menegaskan, dalam militer saat ini tidak ada istilah pangkat kehormatan lagi.

Pangkat kehormatan memang bisa diberikan namun hanya bagi prajurit atau perwira aktif. Hal itu diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2009 Pasal 33 Ayat 3.

Makanya, seorang prajurit TNI berprestasi dalam tugas atau berjasa menurut dia bisa diberikan tanda kehormatan atau tanda jasa sesuai UU.

“Dalam TNI tidak ada istilah pangkat kehormatan,” kata Hasanuddin dalam rilis media yang dikutip, Kamis (29/2/2024).

“Perlu digarisbawahi pada Pasal 33 ayat 3a yang berbunyi ‘pengangkatan atau kenaikan pangkat secara istimewa’ tersebut adalah untuk prajurit aktif atau belum pensiun.

Huntnews.id mencontohkan, misalnya dari Kolonel naik menjadi Brigjen atau dari Letjen menjadi Jenderal lantaran memiliki keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya. Bukan untuk purnawirawan atau pensiunan TNI,” tegasnya.

Aturan kepangkatan di lingkungan TNI, jelas Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu diatur dalam Pasal 27 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Pasal itu tidak mengatur soal kenaikan pangkat bagi perwira atau prajurit yang telah purna tugas, kecuali pangkat tituler yang diberikan sementara bagi warga negara yang diperlukan dan bersedia menjalankan tugas jabatan yang diperlukan. (ilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *