[Update] Info KPU: Tak Boleh Dijadikan Jebakan, Singkatan Asing saat Debat Harus Dijelaskan Update 2023

Huntnews.id — Tidak ada lagi pertanyaan jebakan menggunakan singkatan dalam debat capres-cawapres. KPU RI mempertegas aturan sebagai buntut pertanyaan Gibran Rakabuming Raka.

Pada debat cawapres sebelumnya, Gibran melontarkan pertanyaan kepada Muhaimin Iskandar tentang cara meningkatkan peringkat SGIE.

Saat itu, Gibran melafalkannya dalam bahasa Indonesia: es-ge-i-e. Padahal, itu singkatan bahasa Inggris sehingga pelafalannya seharusnya: es-ji-ai-i.

Akhirnya, Muhaimin berterus terang mengaku belum pernah mendengar singkatan itu. Saat bertanya memperjelas singkatan itu, Muhaimin dicegah moderator dan hak menjawabnya dihilangkan.

Pada debat capres kali ini, KPU RI akan tetap menyediakan podium pada debat kedua capres tersebut. Namun ada sejumlah aturan baru diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti penggunaan istilah atau singkatan asing.

Komisioner KPU RI, August Mellaz mengatakan, jika peserta debat menggunakan istilah atau singkatan asing, maka mereka wajib menjelaskan singkatan tersebut kepada peserta lain.

“Kita ingatkan ke tim paslon untuk memastikan agar itu (penggunaan singkatan atau istilah asing) tidak terjadi. Tetapi kalau ada, itu dipanjangkan,” ujar Mellaz, Sabtu 6 Januari 2024.

Perubahan juga terjadi pada penggunaan mikrofon. Pada debat sebelumnya yang menampilkan para cawapres, banyak sorotan terhadap mikrofon yang digunakan kontestan. Penggunaan tiga mikrofon dianggap berlebihan.

Bukan hanya itu, penggunaan lebih dari satu mikrofon tersebut dicurigai dimanfaatkan satu calon untuk menerima bisikan dari tim pemenangannya.

Komisioner KPU RI, August Mellaz mengatakan, jenis mikrofon yang digunakan nantinya adalah built-in yang terpasang pada podium masing-masing capres.

Mikrofon jenis ini juga digunakan supaya capres tidak meninggalkan podium saat debat, seperti di debat cawapres pada 22 Desember 2023 lalu.

“Mikrofonnya satu saja, jadi (mikrofonnya) tetap di podium. (Mikrofonnya) dipasang di situ. Jadi asumsinya ruang geraknya di podium itu saja,” jelas August Mellaz, Sabtu 6 Januari 2024.

Sebelumnya peserta debat menggunakan tiga mikrofon, yakni clip on, headset, dan hand held. Penggunaan tiga mikrofon itu demi mengantisipasi adanya kerusakan pada salah satu mikrofon.

Sementara format debat masih sama seperti dua debat sebelumnya. Dibuka dengan penyampaian visi, misi, dan program kerja. Ditutup dengan penyampaian pernyataan kesimpulan masing-masing capres pada segmen keenam.

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo akan menjadi yang pertama dalam menyampaikan visi misi serta program kerja.

Debat ketiga Pilpres 2024 ini bakal digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 7 Januari 2023.

Tema debat yakni pertahanan, keamanan, dan geopolitik. August menjelaskan untuk debat nanti ada pengembangan dari empat tema menjadi enam tema sebab ada beberapa tema sebelumnya yang mendapatkan perluasan.

Keenam tema tersebut meliputi pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.

“Kemarin ‘kan posisinya empat tema. Nah, pertahanan dan keamanan tetap jadi tema tersendiri, kemudian hubungan internasional kami expand dengan globalisasi, lalu geopolitik sebagai isu tersendiri itu kami expand dengan politik luar negeri,” jelasnya.

KPU telah menunjuk 11 panelis untuk menyusun pertanyaan debat. Berikut daftar panelis yang terlibat:

  1. Prof Angel Damayanti, Ph.D (Guru Besar Bidang Keamanan Internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia)
  2. Curie Maharani Savitri, Ph.D (Dosen Hubungan Internasional, ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Binus)
  3. Prof Evi Fitriani, Ph.D, (Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia)
  4. Prof Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani)
  5. I Made Andi Arsana, ST, ME, Ph.D (Ahil Aspek Geospasial Hukum Laut Universitas Gadjah Mada)
  6. Dr lan Montratama (Dosen Program Studi Hubungan Internasional Ahli Keamanan dan Pertahanan Universitas Pertamina)
  7. Irine Hiraswari Gayatri, Ph.D (Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional)
  8. Dr Kusnanto Anggoro (Pakar Keamanan Universitas Pertahanan)
  9. Laksamana TNI (Purn) Prof Dr. Marsetio (KSAL 2012-2014 dan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan)
  10. Philips J. Vermonte, Ph.D (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia dan Senior Fellow CSIS)
  11. Prof Dr R Widya Setiabudi Sumadinata, SIP, S.SI, MT, M.SI. (Han) (Guru Besar Bidang Keamanan Global Universitas Padjadjaran) (*)
Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *