[Update] Info Komeng Masuk Tiga Besar di Survei Pilkada Jawa Barat 2024 Update 2023

Huntnews.id — Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, dan Alfiansyah alias Komeng menempati posisi teratas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024. Survei ini mencakup dua jenis simulasi: top of mind dan semi terbuka.

Dalam simulasi top of mind, di mana responden bebas menyebutkan nama calon tanpa pilihan yang disediakan, Ridwan Kamil memperoleh 16 persen dukungan.

Posisi kedua ditempati oleh Dedi Mulyadi dengan 11,2 persen, diikuti oleh Komeng dengan 0,8 persen.

“Kurang lebih sama dengan pola di top of mind, tadi kan nomor satu Ridwan Kamil, kami juga menemukan hal yang sama dalam simulasi terbuka, peringkat kedua Dedi Mulyadi,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2024.

Burhanuddin juga mencatat bahwa simulasi top of mind memiliki keterbatasan karena banyak responden yang tidak dapat menjawab secara spontan, sehingga jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) cenderung besar.

Hasil Survei Semi Terbuka

Pada simulasi semi terbuka, di mana responden diberikan daftar nama yang dianggap memiliki potensi untuk maju dalam Pilkada Jawa Barat, Ridwan Kamil tetap memimpin dengan 36,8 persen dukungan. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 31,9 persen, sementara Komeng menempati urutan ketiga dengan 5,6 persen.

Menariknya, dalam simulasi ini, Komeng mengungguli sejumlah nama lain yang juga dikenal luas, seperti Dede Yusuf (3 persen), Ahmad Syaikhu (2,8 persen), Atalia Praratya (1,4 persen), Bima Arya Sugiarto (1,4 persen), dan Ono Surono (1,1 persen). “Nama-nama itu per hari ini masih di bawah Komeng secara absolut, meskipun secara statistik tidak terlalu berbeda signifikan,” sebut Burhanuddin.

Indikator Politik Indonesia menilai bahwa Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi merupakan dua nama terkuat dalam kontestasi kursi Gubernur Jawa Barat.

“Jadi per hari ini, kami tidak menemukan nama yang kompetitif selain Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi saja,” ujar Burhanuddin.

Metodologi Survei

Survei ini dilakukan pada 20–27 Juni 2024, dengan populasi survei adalah WNI di Jawa Barat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.

Sampel sebanyak 1.214 responden dipilih melalui metode double sampling, dengan margin of error sekitar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Survei ini memberikan gambaran awal mengenai preferensi pemilih di Jawa Barat, meskipun dinamika politik bisa berubah menjelang Pilkada 2024. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *