[Update] Info Ketum Digoyang, PAN Jatim Solid Dukung Zulhas Update 2023

Huntnews.id – DPW PAN Jawa Timur, memastikan tidak akan terpengaruh dengan wacana penggulingan Ketua umumnya, Zulkifli Hasan (Zulhas). Zulhas digoyang akibat membuat candaan soal rukun salat saat acara Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), di Semarang,  Selasa, 19 Desember 2023.

Bendahara DPW PAN Jatim, Heri Romadhon menegaskan, kader di bawah, mulai DPC sampai PAC tetap mendukung Zulhas hingga akhir jabatannya yakni tahun 2025. Wacana tersebut tidak akan mempengaruhi pengurus dan kader untuk menggulingkan Zulhas dari kursinya sebagai Ketum.

“Saya tegaskan seluruh DPW PAN se Indonesia termasuk di Jawa Timur tegak lurus mendukung kepemimpinan pak Zulhas sampai habis masa jabatannya,” tegas  ketua fraksi PAN DPRD Jawa Timur Heri Romadhon saat dikonfirmasi Rabu, 27 Desember 2023.

Heri menyampaikan kepastian tidak kudeta Zulhas, karena PAN mengalami banyak perkembangan yang sangat maju. Di mana dalam survei, PAN semakin maju dan meningkat, terutama bagi kalangan anak muda dan generasi Z. 

“Jadi seluruh kader dan simpatisan PAN kompak akan menjaga terus tegak lurus dibawah kepemimpinan PAN,” katanya.

Untuk diketahui, muncul wacana agar Zulhas mundur dari PAN dan digantikan Erick Thohir, dimana pergantiannya tanpa ada konflik.

Hal ini dampak dari pidato Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan yang membawa-bawa atribut keagamaan dalam Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), di Semarang,  Selasa, 19 Desember 2023 lalu, dinilai bakal mengundang protes dari kader untuk mengganti ketua umum.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, sosok Ketua Umum PAN yang kerap disapa Zulhas itu telah menggunakan bahasa yang dianggap publik mempolitisasi agama. Dengan begitu, berpotensi menurunkan elektabilitas partai.

Akibat Zulhas menggunakan atribut agama saat berpidato di acara APPSI maka berpotensi tidak disukai kader. Sehingga, ada kemungkinan dirinya diganti oleh sosok lain untuk menjabat Ketua Umum PAN.

“Memungkinkan kader-kader PAN juga mulai jenuh sama Zulkifli Hasan sebab di kepemimpinannya, PAN terancam tidak lolos parlemen, dan malah melakukan politisasi agama atas komunikasi politiknya,” tuturnya.

Senada dengan Efrizal, Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran mengatakan, posisi Zulhas sebagai ketua umum memang patut dievaluasi karena posisi PAN saat ini di persimpangan jalan. Menurut dia, Zulhas juga dianggap gagal memimpin PAN karena sekarang hanya menjadi pengekor. Padahal PAN punya sejarah memiliki capres atau cawapres sendiri, seperti Amien Rais dan Hatta Rajasa.

Analis politik Universitas Nasional itu melanjutkan, posisi politik Zulhas nantinya akan banyak ditentukan dari hasil pemilihan umum legislatif 2024 mendatang. Jika PAN tidak lolos parlemen atau mendapat kursi sedikit maka Zulhas layak dicopot. Adapun sebagai gantinya, Andi memandang Erick Thohir layak menjadi ketua umum partai berlambang matahari itu. (ads/asw)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *