[Update] Info Kata TKN Prabowo-Gibran, ‘Dirty Vote’ Film Berisi Fitnah dan Tidak Ilmiah Update 2023

Huntnews.id – Tayang perdana film Dirty Vote yang dirilis koalisi masyarakat sipil langsung direspons Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Mereka menyebut film tersebut bernada fitnah dengan narasi kebencian yang asumtif dan tidak ilmiah.

Untuk diketahui, film Dirty Vote merupakan film dokumenter eksplanatori yang disampaikan tiga ahli hukum tata negara, yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Film ini tayang perdana hari ini, Minggu 11 Februari 2024.

“Di negara demokrasi semua orang memang bebas menyampaikan pendapat. Namun, perlu kami sampaikan sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif dan sangat tidak ilmiah,” kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube Prabowo Gibran, Minggu 11 Februari 2024.

Habiburokhman pun mempertanyakan kapasitas ketiga tokoh yang tampil dalam film tersebut. Dia menilai terdapat tendensi ketiga tokoh tersebut mendegradasi Pemilu 2024 dengan narasi tidak berdasar. Habiburokhman meyakini rakyat menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang berkomitmen menegakkan demokrasi.

“Rakyat juga tahu pihak mana yang melakukan kecurangan dan pihak mana yang mendapat dukungan sebagian besar rakyat karena program dan rekam jejak yang jelas berpihak pada rakyat,” katanya.

Anggota DPR RI itu khawatir masyarakat akan menghukum ketiga tokoh dalam film tersebut dengan caranya sendiri, alih-alih menjadikan film itu sebagai dasar rakyat melakukan penghukuman pada hari pencoblosan Pemilu 2024 seperti yang disebut Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, serta Feri Amsari.

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan ketiga tokoh tidak argumentatif dan cenderung tendensius untuk menyudutkan pihak tertentu. “Yang berseberangan dengan apa yang menjadi sikap sebagian besar rakyat. Yang saat ini saya lihat rakyat begitu antusias dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo soal melanjutkan segala capaiaan pemerintahan yang ada sekarang,” katanya

Dia pu mengimbau masyarakat tidak terhasut dan terprovokasi dengan narasi yang disampaikan dalam film Dirty Vote untuk melakukan pelanggaran. TKN Prabowo-Gibran meminta masyarakat untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan damai, langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil.

“Pastikan rakyat untuk bisa menggunakan hak politiknya dengan sebaik-baiknya karena itu akan menentukan masa depan kita semua ke depan,” katanya.

Sebagai informasi, Film dokumenter “Dirty Vote” dirilis koalisi masyarakat sipil melibatkan tiga ahli hukum terkemuka Tanah Air, Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari.

Film ini mengupas tentang penelusuran potensi desain kecurangan dalam Pemilu 2024. Berdasarkan trailer film tersebut memberikan gambaran mendalam tentang analisis ketiga pakar tersebut tentang kemungkinan pelanggaran dalam proses pemilihan tersebut.

Sehingga, film dokumenter ini disarankan untuk disaksikan sebelum menjatuhkan pilihan pasangan capres di bilik suara pada 14 Februari mendatang.

Bivitri Susanti menyatakan partisipasinya dalam film tersebut karena Huntnews.id menyadari banyak orang menyimpulkan bahwa Pemilu tahun ini mengalami kecurangan dan perlu diperiksa lebih lanjut untuk menjaga integritasnya.

“Saya mau terlibat dalam film ini karena banyak orang yang akan makin paham bahwa memang telah terjadi kecurangan yang luar biasa sehingga Pemilu ini tidak bisa dianggap baik-baik saja,” kata Bivitri Susanti dikutip dari cuplikan film tersebut, Minggu, 11 Februari 2024.

Mengutuip akun @GreenpeaceID, film Dirty Vote akan tayang perdana pada hari ini, Minggu, 11 Februari 2024, pukul 11.00 WIB. Penonton dapat menyaksikan film ini melalui kanal YouTube Indonesia Baru.

“Saksikan Film DIRTY VOTE yang akan tayang perdana Minggu, 11 Februari 2024 jam 11 (11.11). Ayo bantu sebarkan pesan dan trailer film ini ke minimal 11 orang terdekatmu #DirtyVote #Pemilu2024 #11.11,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Sebagaimana yang dilihat Huntnews.id, hingga pukul 16.35 WIB, film ini telah ditonton sebanyak 346 ribu sejak tayang pukul 11.00 WIB di plaftform YouTube.

Zainal Arifin Mochtar menambahkan bahwa film yang disutradarai oleh Sexy Killers menjadi sebuah monumen dan pengingat penting bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam menciptakan sosok Jokowi.

“Film ini adalah monumen, tagihan. Monumen yang akan kita ingat bahwa kita punya peranan besar melahirkan orang yang bernama Jokowi,” kata Arifin.

Diharapkan, film ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Indonesia menjelang Pemilu 2024, dengan mengungkap kecurangan yang dilakukan beberapa politisi demi memenangkan kepentingan pribadi.

Harapannya, melalui film ini, seluruh masyarakat Indonesia dapat lebih bijak dalam memilih pemimpin yang memiliki kapasitas untuk memimpin bangsa ini dalam lima tahun ke depan. (mg1/han)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *