[Update] Info Jalan Pintas Jokowi Jadi Ketum Golkar, AD/ART Diubah, Begini Penjelasan Aburizal Bakrie Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan bergabung menjadi kader Partai Golkar disambut baik Aburizal Bakrie (Ical).

Kendati demikian, Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar itu tak bisa memberikan jaminan jika Jokowi atau Gibran akan menjadi ketua umum partai. Alasannya, Golkar memiliki aturan atau AD/ART mengenai mekanisme pemilihan ketua umum.

Ical dikutip dari Inilah.com menegaskan, salah satu syarat untuk menjadi ketua umum adalah terdaftar sebagai pengurus DPP Partai Golkar minimal lima tahun atau satu periode.

“Iya, bukan ketua umum, kan ada peraturannya (jadi ketum) masih lima tahun (harus jadi) pengurus (Partai Golkar),” kata Ical di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali seperti dikutip, Sabtu (16/3/2024).

Mantan Ketum Golkar itu mengatakan Jokowi atau Gibran harus menaati aturan dan prosedur tersebut jika ingin menduduki posisi tertinggi di Golkar.

Artinya Jokowi atau Gibran harus melewati proses kaderisasi di internal Golkar.

Tapi Ical juga mengungkap cara lain untuk bisa menjadi ketua umum di Golkar. Salah satunya tokoh tersebut harus mendapatkan dukungan dari seluruh kader di tingkat provinsi.

Syarat ini bertujuan agar nantinya para kader-kader di tingkat provinsi atau pengurus DPD I ini mengusulkan dan menyetujui untuk mengubah AD/ART soal persyaratan calon ketua umum.

“Iya mungkin saja (bisa dirubah AD/ART) kalau mau. Kalau (semua) daerah mau, iya (bisa),” ujarnya. (ilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *