[Update] Info Fakta-Fakta Kasus Asusila yang Seret Nama Ketua KPU Hasyim Asy’ari Update 2023

Huntnews.id — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Hasyim Asy’ari, sedang menghadapi tuduhan asusila terkait anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda, yang berinisial CAT.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada 3 Juli 2024 telah memutuskan bahwa Hasyim terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) melalui tindakan pelecehan.

Berikut beberapa poin terkait kasus yang melibatkan Hasyim Asy’ari:

Laporan dari Anggota PPLN Den Haag

Hasyim Asy’ari dilaporkan oleh seorang perempuan anggota PPLN Den Haag, Belanda, bernama Cindra Aditi Tejakinkin. Tuduhan pelecehan seksual ini berlangsung antara Agustus 2023 hingga Maret 2024.

Sidang Pertama pada 22 Mei 2024

DKPP mengadakan sidang pertama kasus ini pada 22 Mei 2024 di Jakarta. Aduan ini tercatat dengan nomor 90-PKE-DKPP/V/2024. Cindra mengklaim bahwa Hasyim memprioritaskan kepentingan pribadi dan memberikan perlakuan khusus kepadanya.

Keterlibatan Artis Desta dan Vincent Rompies

Pada sidang pertama, artis Desta dipanggil sebagai saksi. Diketahui, Hasyim menggunakan video ucapan dari Desta dan Vincent yang dibuat pada acara talkshow di NET TV pada 24 Oktober 2023 untuk merayu korban. Video tersebut dikirimkan ke Cindra dengan pesan rayuan dan emoji yang sugestif.

Hasyim Memaksa Hubungan Badan

Anggota Majelis DKPP, Ratna Dewi Pettalolo, menyatakan bahwa pada 3 Oktober 2023, Hasyim menginap di Hotel Van Der Valk, Amsterdam, saat mengadakan bimbingan teknis di Den Haag. Hasyim memanggil Cindra ke kamarnya dan memaksanya untuk berhubungan badan, meskipun awalnya korban menolak.

Janji Nikah dan Apartemen

DKPP mengungkap bahwa Hasyim menjanjikan untuk menikahi korban dan memberikan apartemen di Puri Imperium Unit 1215 atas namanya.

Surat pernyataan dengan materai yang ditulis tangan pada Januari 2024 berisi komitmen Hasyim untuk menikahi Cindra dan menjamin proses balik nama apartemen tersebut selesai pada Mei 2024.

Setelahnya, korban harus memberikan akses masuk ke apartemen tersebut kepada Hasyim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *