[Update] Info Fahri Hamzah Singgung Puasa dan Ngaku Kasihan pada Penggugat di MK, Netizen: Jangan Panik Bang Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Petinggi Partai Gelora, Fahri Hamzah kembali mengundang rekasi keras dan pedas netizen. Itu setelah Huntnews.id mengaku kasihan melihat pihak-pihak yang menggugat hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) sambil menyinggung soal puasa.

“Kita lagi puasa, tapi kasian melihat kawan2 kita yang mencari kepuasan akibat kekalahan pemilu dengan MK. Tapi mungkin ini cara bangsa kita mengobati luka. Tapi apakah ini baik? Mohon pencerahan,” tulis Fahri di akun X pribadinya,  @Fahrihamzah, Rabu (3/4/2024).

Tweet itu seketika dibanjir komentar. Sebagian besar menghujat pendukung Prabowo-Gibran itu.

“Justru gue kasihan sama ente, puasa tetap mengkedepankan nafsu kekuasaan, bukan cari solusi negara berdemokrasi yg fair kedepan,” komentar pengguna X dengan akun bernama @NurdinMH.

Pemilik akun bernama @lesmana_tubagus tak kalah pedas mengeritik. “Puasa jangan dijadikan alasan untuk mencari keadilan, justru dengan puasa dan di bulan suci ini, insya allah semua akan terbongkar, kita harus yakin bukan hanya dimulut aja, tapi hati kita harus selaras.. Justru sebaliknya apa puasa kita akan diterima, padahal kita paham dzolim di depan mata?” ujarnya.

“Emang kalau lagi puasa terus ga boleh berjuang om?” tambah @IchaRofiie.

Ada juga yang mengeritik Fahri lantaran menganggap penggugat hanya mencari kepuasan. “Bagaimana Anda melihat upaya menegakkan demokrasi dan keadilan sebagai mencari kepuasan! Rusak kau Ri,” tulis @ian_kanal.

Sementara netizen lain menganggap Fahri sebenarnya sedang panik melihat perkembangan sidang di MK.

“Inih cara ALLOH meskipun prosesnya melelahkan tapi yakinlah yang zholim ,tamak dan rakus sebentar lagi akan musnah dan malu,” ujar @Myblood01461239.

“Kalau merasa jalan kemengangannya jujur dan  adil, kalem aja bang fahri.jangan panik gitu,” sindir @YanM84.

Netizen dengan akun bernama @Lubis_naborju sementara itu mengatakan apa yang terjadi di MK adalah hal biasa.

“Itu sudah seseuai konstitusi, ada sengketa denagn hasil rekapitulasi tentu saja ke MK masa cuma diem,” katanya. (ilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *