[Update] Info Caleg dan Parpol Merasa Dirugikan, KPU RI Hentikan Aplikasi Sirekap Pemilu untuk Sementara Update 2023

Huntnews.id Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) meluncurkan Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilihan Umum (Sirekap Pemilu) untuk membantu proses perhitungan suara. Namun, tidak sedikit calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) yang merasa dirugikan oleh aplikasi tersebut.

Salah satunya adalah kader Partai Persatuan Indonesia Sulawesi Selatan (Perindo Sulsel) , Ir. Stepanus Swardi Hiong menyayangkan kehadiran Sirekap Pemilu. Pasalnya, aplikasi itu banyak merugikan calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol).

Pria yang juga menjadi caleg untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel ini pun heran. Itu pasca melihat hasil perhitungan suara versi KPU RI yang tak berjalan bagus di aplikasi tersebut.

Caleg Partai Perindo nomor urut 4 di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel 1 ini mengaku, Sirekap Pemilu tidak ekuivalen. Itu jika membandingkan dengan data-data yang ada dari hasil quick count atau hitung cepat.

“Secara tajam macetnya IT sistem hitungan KPU ini ada apa? Kenapa tiba tiba stop dan tertunda? Ini indikasi buruk bagi demokrasi yang sehat sebagaimana asas pemilu yaitu luber dan jurdil,” ucap Stepanus Swardi Hiong, Senin, 19 Februari 2024.

Dia mengatakan, KPU RI seharusnya menyiapkan perhitungan IT yang kapasitasnya benar-benar memadai, real time dan akurat. Sebagaimana pertanggungjawaban mereka kepada publik, lantaran telah mengelola anggaran negara yang sangat besar.

KPU RI Hentikan Sirekap Pemilu

Sementara itu, Idham Holik selaku Komisioner KPU RI menyatakan telah memberhentikan Sirekap Pemilu sementara waktu. Itu untuk sinkronisasi data sebagai pemenuhan hak informasi yang akurat kepada publik di aplikasi itu..

“Sebab, hari kemarin dan hari ini kami sedang fokus melakukan sinkronisasi data, tampilan di website pemilu2024kpu.go.id,” katanya di Jakarta, Senin, 19 Februari 2024.

Idham Holik juga menepis informasi dari Partai Buruh yang menyebut penghitungan suara menggunakan Sirekap Pemilu telah tiga hari terhenti di tingkat kecamatan. Dia menegaskan, rekapitulasi rekapitulasi tetap berjalan meskipun terhenti sementara. (ard/a/adr)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *