[Update] Info Beredar Surat Permintaan Penghentian Penghitungan Suara di Tingkat Kecamatan, Said Didu Sebut Bukti Rekayasa Hasil Pemilu Update 2023

Huntnews.id, JAKARTA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikabarkan menunda penghitungan dan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.

Itu terungkap dari surat yang beredar di media sosial, salah satunya yang dikirimkan Ketua KPU Kota Tangerang ke seluruh Ketua PPK di wilayahnya.

“Bahwa berdasarkan arahan KPU RI pada tanggal 18 Februari 2024 untuk memastikan kualitas data Sirekap yang akan digunakan untuk rekapitulasi tingkat kecamatan lebih akurat, jadwal pleno PPK agar dijadwalkan ulang menjadi tanggal 20 Februari 2024, dan bagi yang sudah berjalan agar diskors sampai dengan tanggal 20 Februari 2024,” demikian bunyi surat tertanggal 18 Februari 2024 itu.

Tokoh oposisi yang juga jubir AMIN, Muhammad Said Didu lewat akun X pribadinya, @msaid_didu menyebut surat itu menjadi bukti adanya upaya rekayasa hasil pemilu.

“Dengan bukti surat ini, maka sulit dibantah bhw @KPU_ID  memang menggunakan sistem Sirekap utk dijadikan patokan/arahan perhitungan suara manual. Dengan terbukanya borok sistem Sirekap, Ini makin membuka bhw ada upaya @KPU_ID  merekayasa hasil Pemilu,” tulisnya.

Informasi yang beredar, alasan penundaan ini dikarenakan sistem Sirekap mengalami kendala di pembacaan data.

Belum diketahui kebenaran informasi ini dan juga keaslian surat yang beredar. Namun, surat itu dibagikan secara luas di media sosial. (ilo)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *