[Update] Info Ajukan Surat Audit ke KPU dan Bawaslu, Kubu AMIN Mengaku Tak Kunjung Direspons Update 2023

Huntnews.id – Anggota Dewan Pakar Tim Nasional (Timnas) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), Bambang Widjojanto mengaku telah beberapa kali mengajukan surat pengauditan sistem rekapitulasi suara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dia menyebut telah mengirimkan dua surat pengauditan untuk KPU dan satu untuk Bawaslu. Meski begitu, Bambang mengaku ketiga surat yang diajukan tidak mendapat respons yang baik.

Bahkan, Bambang mengaku surat terakhir dilayangkan beberapa hari sebelum digelarnya pemungutan suara serentak pada, Rabu 14 Februari 2024.

“Kira-kira seminggu yang lalu (mengajukan suarat pengauditan), sebelum pencoblosan dilakukan,” kata Bambang kepada wartawan di Rumah Koalisi Perubahan, Jakarta, Jum’at 16 Februari 2024.

Padahal, ungkap Bambang, surat pengajuan audit itu pernah pula dilayangkan pada proses Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 silam.

Bambang menilai, proses pengauditan penting dilakukan untuk memastikan keabsahan surat suara. Pasalnya, dia menilai ada indikasi hilangnya 10 juta suara akibat cacatnya sistem rekapitulasi.

“Yang namanya audit ini kan bukan 2024 saja, 2019 juga kami mempersoalkan ini. Indikasi 10 juta suara hilang itu karena ini nih, yang gini-ginian ini,” jelasnya.

Bambang menduga, kelalaian ini berpotensi adanya transaksi jual-beli suara di situs Black Market. Dia menilai, pihak penyelenggara seolah tidak belajar dari kesalahan lantaran persoalan yang sama terus berulang.

“Kita tuh bodoh sekali deh, berulang kali ada pemilihan presiden, berulang kali lagi sistemnya tetap bermasalah. Begitu pun isu DPT, selalu saja bermasalah,” tegasnya. (*)

Silahkan kirim ke email: [email protected].

Stay connect With Us :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *