[Update] Info Ada Wacana Presiden Dipilih MPR, Pakar Hukum Tata Negara: Pengkhianatan Reformasi Update 2023

Huntnews.id – Ada wacana Presiden dipilih MPR. Dilontarkan Ketua MPR periode 1999-2004, Amien Rais. Dia mengaku tidak keberatan jika Presiden kembali dipilih oleh MPR.

Menanggapi itu, ahli hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, menegaskan, itu merupakan pengkhianatan terhadap reformasi.

“Jika amandemen untuk mengubah sistem pemilihan presiden langsung dilakukan, maka itu pengkhianatan terhadap reformasi,” kata Feri, saat dihubungi, Jumat, 7 Juni 2024.

Menurut Feri, pernyataan Amien Rais naif. Lantaran mengubah aturan pemilu, di mana Presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Alasan Amien Rais, konsep pemilu dipilih langsung itu, akan jauh dari praktik politik uang. Sehingga, dia mendorong adanya perubahan amandemen Presiden dipilih MPR.

Namun lanjut Feri, hal itu bukanlah solusi pemilu bebas dari politik uang. Sebab menurutnya, presiden dipilih oleh MPR juga bisa terjadi politik uang.

“Ya pada dasarnya harus diingat bahwa tidak berarti pemilihan melalui perwakilan di MPR tidak terjadi korupsi, suap menyuapnya bahkan lebih serius itu. Karena basisnya menghitung jumlah anggota MPR, jadi ya bukan tidak mungkin terjadi korupsi-korupsi yang jauh lebih berbahaya,” katanya.

“Problematika pemilihan langsung adalah para politisi yang bermain, harusnya dipastikan kritik-kritik agar pemilu langsung itu bebas dari money politic. Jadi Pak Amien Rais salah kaprah itu,” katanya.

Feri menambahkan, bukan Amien Rais yang menentukan sistem demokrasi langsung atau tidak langsung. Huntnews.id menegaskan, perubahan reformasi di kala itu terjadi karena kehendak masyarakat yang menginginkan adanya reformasi.

“Tuntutan perubahan pemilihan menjadi langsung ketika reformasi itu adalah tuntutan reformasi, bukan tuntutan Amien Rais sendiri, Amien Rais itu cuma debuan dari gemuruh reformasi yang sangat besar. Jadi jangan Amien Rais merasa itu pilihannya sendiri, jadi itu pilihan dan tuntutan reformasi,” kata Feri.

Diberitakan sebelumnya, Ketua MPR periode 1999-2004, Amien Rais, mengunjungi pimpinan MPR RI. Amien mengatakan kunjungan itu turut membahas terkait amandemen UUD 1945.

“Saya menyampaikan kalau mau dikasikan apa, diberi amandemen silakan, sesuai kebutuhan zaman,” kata Amien Rais usai bertemu pimpinan MPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Juni 2024.

Amien mengaku tidak keberatan jika Presiden kembali dipilih MPR. Menurutnya, MPR akan memiliki banyak pertimbangan ketika memilih Presiden.

“Jadi sekarang kalau mau (Presiden) dikembalikan dipilih MPR, mengapa tidak? MPR kan orangnya berpikir, punya pertimbangan,” ujarnya.

“Dulu kita mengatakan kalau dipilih langsung, one man one vote mana mungkin ada orang mau menyogok 127 juta pemilih, mana mungkin, perlu ratusan triliun, ternyata mungkin,” imbuhnya.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada kesempatan yang sama mengatakan, partai politik telah sepakat untuk melakukan amandemen UUD 1945. Bamsoet memastikan pihaknya siap untuk melakukan amandemen.

“Kita ingin menegaskan kalau seluruh parpol setuju untuk melakukan amandemen penyempurnaan daripada UUD 1945 yang ada, termasuk penataan kembali sistem politik dan sistem demokrasi kita,” ujarnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *